• Uncategorized
  • 0

Tugas 3 : Contoh Kompleksitas dalam kehidupan sehari-hari

Contoh hal kompleks dalam kehidupan sehari-hari

Dalam keseharian tentunya manusia selalu mengalami hal-hal yang kompleks dalam hidupnya. Sebagai mahasiswa tentunya selalu mengalami hal ini. Kompleks adalah sesuatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. Sebagai mahasiswa dan masyarakat pada zaman ini tentunya kita selalu bergantung pada kegiatan online, misalkan untuk belanja online memerlukan handphone atau apapun yang bisa digunakan, akan tetapi handphone atau apapun itu tidak bisa digunakan nonstop. kita harus mengisi baterainya agar tidak habis.

Kategori Kompleksitas sesuai dengan Cynefin Framework

1. Simple (Sederhana) Problem ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya sangat jelas dan erat. Saking jelasnya, sehingga semua orang juga tahu. Sumber pengetahuan ada di mana-mana dan bisa dilakukan siapa saja. Untuk mengatasinya tidak memerlukan analisa dan pemikiran yang jelimet. Pendekatan yang dilakukan adalah Sense->Categorize->Respond. Artinya kita tinggal melihat situasinya bagaimana, kemudian mengidentifikasi akar masalahnya termasuk kategori apa, kemudian langsung merespon/mencabut akar masalahnya.

2. Complicated (Rumit) Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya belum jelas. Sehingga untuk mengetahui penyebabnya, butuh pemeriksaan lebih lanjut, butuh analisa lebih lanjut. Penyebab/akar masalahnya bisa lebih dari satu kemungkinan dan bisa saling berkaitan. Sumber pengetahuan tersedia dan dapat diajarkan. Karena membutuhkan pemeriksaan dan analisa, maka pendekatan yang dilakukan adalah Sense->Analyze->Respond. Kita lihat dulu situasinya untuk mendefinisikan masalahnya, kemudian kita analisa apa saja kemungkinan yang menjadi penyebabnya, kemudian merespon atau mengambil tindakan yang diperlukan.

3. Complex Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya tidak jelas. Sehingga untuk mengatasinya membutuhkan perenungan, kontemplasi, bertapa, mencari petunjuk, meminta pencerahan. Sumber pengetahuan mungkin tersedia tapi sangat terbatas. Karena membutuhkan kontemplasi, pendekatan yang dilakukan adalah Probe->Sense->Respond. Jadi kita harus coba-coba dulu. Siapa tahu berhasil. Jika ternyata berhasil, baru kita bisa lihat mengapa berhasil kemudian merespon/menunjukkan penemuan tersebut.

4. Chaos (Kacau) Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang tidak memiliki hubungan antara penyebab dan akibat. Sehingga untuk mengatasinya bukan dengan berpikir atau kontemplasi. Tapi langsung bertindak tanpa banyak berpikir. Pendekatan yang dilakukan adalah Act->Sense->Respond, yaitu kita bertindak dulu kemudian melihat situasinya baru bisa mengambil keputusan.

Dalam kasus diatas bisa kita kategorikan kategori Simple karena kita sudah tau bahwa problem tersebut sudah jelas dan tidak memerlukan analisa yang rumit untuk mengatasinya karena kita sudah langsung mengetahui akar permasalahannya ada dimana.

Studi kasus strategi penerapan big data pada perusahaan 

Personalisasi data banyak digunakan di banyak bisnis sekarang ini. Salah satu bisnis yang memanfaatkan data untuk improvisasi dan meningkatkan kepuasan penggunanya adalah bisnis travel. Di Indonesia, Pegipegi sudah menggunakannya. memanfaatkan data untuk menghadirkan beberapa penawaran menarik dan juga membaca kebutuhan para penggunanya. penerapan big data merupakan sebuah tantangan sehingga pihaknya perlu membangun sebuah tim yang solid baik untuk data engineering maupun software engineering. Pegipegi pun dikisahkan telah mengembangkan sebuah sistem terintegrasi yang mampu meng-handle data-data yang ada untuk selanjutnya diolah untuk mendapatkan wawasan yang bisa digunakan sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Pegipegi sudah beberapa kali mengeluarkan fitur atau layanan yang berdasarkan data-data yang dimiliki. Hasil dari analisis data membuahkan fitur personal newsletter yang disesuaikan dengan kebiasaan dan karakteristik pelanggan. Selain itu ada juga notifikasi promo dan penawaran paket wisata yang didasari data-data kebiasaan pelanggan-pelanggan mereka dalam bertransaksi.

Referensi

https://dailysocial.id/post/startup-travel-big-data

4 Jenis Problem – The Cynefin Framework

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *